DPR RI Minta Karyawan Grand Inna Bali Beach yang di PHK Diberikan Pelatihan

30 Juli 2022, 17:07 WIB
Proses mediasi antara pekerja yang menolak PHK dengan pihak Grand Inna Bali Beach dan moderator seperti DPR RI I Nyoman Parta di Denpasar, Sabtu (30/7/2022). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari /

RINGTIMES BALI – Anggota DPR RI Komisi VI I Nyoman Parta berikan solusi untuk karyawan Grand Inna Bali Beach yang di PHK agar diberikan pelatihan oleh perusahaan.

Anggota DPR RI tersebut mengatakan pelatihan itu merupakan tawaran dirinya dan telah disepakati manajemen.

“Kalau akhirnya terjadi PHK, lalu mereka mendapatkan pesangon agar pesangonnya tidak langsung digunakan beli ini, beli itu,” kata Anggota DPR RI dari Dapil Bali tersebut dikutip dari laman Antara.

Baca Juga: Sekda Badung Hadiri Kongres ASKAB PSSI Badung 2022

Made Karta (44) merupakan salah satu perwakilan dari 137 karyawan Grand Inna Bali Beach yang masih konsisten menolak PHK menilai bahwa tawaran tersebut dapat menjadi solusi yang baik.

Pelatihan terhadap karyawan oleh perusahaan juga menjadi keharusan yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

“Kalau masa pensiun akan datang itu karyawan difasilitasi pelatihan. Kalau misalnya PHK benar terjadi dan ada pelatihan itu bagus, kami bisa berwirausaha,” kata Made Karta.

Baca Juga: Sekda Badung Hadiri Closing Ceremony Bali International Choir Festival 11

Sementara itu, dalam proses mediasi antara pihak hotel dan karyawan yang masih menolak PHK tidak tercipta kesepakatan lain.

Made Karta bersama 136 karyawan lain yang menolak dari total 381 karyawan menyampaikan keberatan dihadapan petinggi perusahaan.

Mereka menolak PHK, namun jika pihak hotel tetap melanjutkan, para karyawan menuntut nominal pesangon yang selama ini dinilai belum sesuai.

Baca Juga: SiteMinder Gelar Diskusi Meja Bundar, Bahas Tren dan Strategi Pasar Industri Hotel Terhadap Wisatawan di Bali

Harapan para karyawan yaitu ketika nantinya hotel kembali dibuka, agar seluruh atau sebagian karyawan yang menolak PHK dapat bekerja kembali.

Usai mediasi, Dirut PT Hotel Indonesia Natour Iswandi Said mengatakan sepakat dengan arahan anggota DPR RI terkait pelatihan tersebut, sebab banyak pengalaman karyawan yang mendapatkan pesangon dalam jumlah besar digunakan untuk judi atau semacamnya.

“Kami inginnya bagaimana uang pesangon tersebut bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat seperti berwirausaha atau yang lainya,” katanya.

Selain itu, karyawan ingin agar dipekerjakan kembali, namun pihaknya belum dapat memastikan, begitu juga kenaikan pesangon yang dituntut para karyawan.***

 

Editor: Annisa Fadilla

Tags

Terkini

Terpopuler