Pemkot Denpasar Terima Bantuan Penanganan Kebakaran dan Kekeringan

- 19 Oktober 2023, 22:25 WIB
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto saat menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kota Denpasar yang diterima Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (19/10)
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto saat menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kota Denpasar yang diterima Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (19/10) /Dok Humas Denpasar/

Secara teknis Kadis Pertanian, AA Ngurah Bayu Brahmasta menjelaskan bahwa sesuai dengan hasil beberapa kali pertemuan dengan instansi terkait, maka disepakati bahwa ada beberapa upaya yang akan dilaksanakan dalam rangka menghadapi kemarau panjang yang dapat berakibat kekeringan atau kekurangan air terhadap lahan-lahan pertanian. 

Adapun langkah tersebut lanjut Gung Bayu, yakni mendata semua subak yang rawan terjadi kekeringan, mengoptimalkan pemanfaatan sumur tanah dangkal di kawasan lahan pertanian dan mengadakan stok pestisida di masing-masing kecamatan/BPP kecamatan dengan maksud dapat membantu petani sesegera mungkin jika ada peningkatan serangan hama dan penyakit.

Selanjutnya, pihaknya juga turun mengoptimalkan petugas pengamat hama dan penyakit (PHP) dengan melakukan pengamatan setiap hari di masing-masing subak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui lebih dini serangan hama dan penyakit sehingga lebih dapat mencegah terjadinya gagal panen. 

Selain itu, turut dilaksanakan Kegiatan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) dengan maksud dan tujuan menambah pengetahuan dan keterampilan serta wawasan para petani terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi, hama dan penyakit dengan harapan hasil produksi pertanian dapat lebih meningkat.

“Jadi itu langkah yang kami siapkan, den tentunya kami juga turut memberikan pengadaan bantuan beberapa komoditi pertanian selain padi seperti tanaman cabai, tanaman sayur-sayuran, dan tanaman bawang,” ucapnya.

“Dan yang tak kalah penting yakni mengoptimalkan pelaksanaan Kegiatan Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) 2023 dengan tujuan jikalau terjadi gagal panen maka petani setidaknya mendapat ganti rugi biaya yang telah dikeluarkan,” ujar Gung Bayu.***

Baca Juga: Pemkot Denpasar Larang Penggunaan Laser Pemecah Awan Hingga 25 Oktober Mendatang

Halaman:

Editor: Dian Effendi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah