Pecalang Kecewa, Ratusan Pendatang Lolos dari Gilimanuk Tanpa Rapid Test

- 1 Juni 2020, 00:11 WIB
Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk Bali melakukan pemeriksaan surat rapid tes kepada para pendatang yang akan masuk ke Pulau Bali, pada Sabtu (30/5/2020). Dewa Putu Bracuk/Ringtimes Bali

RINGTIMES BALI – Ratusan warga yang bermaksud datang ke Bali dari berbagai daerah diketahui lolos melalui penyeberangan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana tanpa membawa surat keterangan hasil rapid test

Kondisi tersebut membuat kecewa banyak pihak, termasuk para Pecalang (petugas keamanan adat di Bali). 

Kekesalan para Pecalang yang selama ini rela melakukan tugas jaga tanpa dibayar di masing-masing pintu masuk desa untuk menghambat penyebaran Covid-19 mereka tuangkan dalam unggahan di media sosial Facebook (fb).

Baca Juga: Gugus Tugas: Kasus COVID-19 di Kota Denpasar Bertambah Tiga Orang

Unggahan para pecalang kini viral di seantero Bali

Dalam uanggahannya, para Pecalang merasa jerih payahnya tidak dihargai dan dilecehkan oleh para oknum yang bertugas di penjagaan pintu masuk Bali

Mereka menuding ada oknum yang sengaja meloloskan pendatang masuk ke Bali tanpa membawa surat hasil rapid tes negatif.

Baca Juga: Pria 19 Tahun Tewas dalam Unjuk Rasa Pembunuhan Floyd oleh Polisi

"Bagaimana bisa menghentikan penyebaran corona, sementara di Gilimanuk dan Ketapang bolong. Aturannya jelas harus bawa hasil rapid test negatif jika mau nyebrang ke Bali. Sia-sia tugas kami jaga tanpa dibayar di masing-masing desa pakraman," ujar DPD, salah seorang anggota Pecalang di Kecamatan Mendoyo, Minggu (31/5/2020). 

Akun Fb Fardan Naher juga mengungkapkan kekesalannya terhadap pernyataan Gubernur Bali, I Wayan Koster yang beberapa waktu lalu berstetmen bahwa penduduk pendatang yang lolos peneriksaan di Gilimanuk akan dikarantina selama 14 hari. 

Halaman:

Editor: Dian Effendi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X