Bunda Paud Tabanan Buka Sosialisasi Transisi PAUD ke Jenjang Sekolah Dasar yang Menyenangkan

- 11 Juli 2023, 22:17 WIB
Bunda Paud Tabanan Buka Sosialisasi Transisi PAUD ke Jenjang Sekolah Dasar yang Menyenangkan
Bunda Paud Tabanan Buka Sosialisasi Transisi PAUD ke Jenjang Sekolah Dasar yang Menyenangkan /Dok Humas Tabanan/

RINGTIMES BALI – Sebagai wujud perhatian Bunda PAUD Kabupaten Tabanan terhadap sistem pembelajaran siswa siswi usia dini, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.,S.H.,M.M, membuka Sosialisasi bertajuk “Transisi PAUD Ke Jenjang Sekolah Dasar yang Menyenangkan”, Selasa (11/7).  

Kegiatan yang berlangsung di Warung Makan Nami Rasa, Desa Buruan, Penebel ini, dilakukan dalam rangka melaksanakan program kesiapan bersekolah bagi Satuan PAUD ke jenjang Sekolah Dasar.

Sosialisasi ini dihadiri oleh BPMP Provinsi Bali selaku narasumber, Kepala Dinas Pendidikan Kab Tabanan, Sekban Bappeda, Pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan, Pengawas SD Dinas Pendidikan Kab Tabanan, Ketua K3S Kecamatan Se-Kabupaten Tabanan, Organisasi perhimpunan guru se-Kabupaten Tabanan, serta para kepala sekolah TK dan SD yang mewakili di Kabupaten Tabanan. 

Kegiatan ini selaras dengan program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang telah meluncurkan “Merdeka Belajar” Episode ke-24, atau transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. 

Gerakan ini merupakan respon serius Pemerintah dalam menyikapi banyaknya orang tua yang mendaftarkan anaknya masuk ke kelas 1 SD tanpa mengikuti Pendidikan PAUD, atau, situasi di mana pada masa PAUD, anak-anak sudah difokuskan untuk memiliki kemampuan Baca, Tulis, Hitung atau Calistung.  

Hal ini tentunya mendapat perhatian dari Bunda Paud Tabanan, di mana, pada kondisi ini akan menyebabkan anak-anak tidak lagi menikmati proses belajar atau kurang memiliki kemampuan dasar saat anak langsung masuk ke Sekolah Dasar. 

Saat ini masih sering terjadi kesalahpahaman tentang baca, tulis dan hitung atau Calistung, pada Pendidikan anak usia dini dan Pendidikan dasar kelas awal. Padahal, dalam membangun kemampuan pada anak, perlu dilakukan secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan, agar manfaat baik dari pembelajaran tersebut dapat tercapai.  

Ketidaksinambungan antara pembelajaran di PAUD dan SD kelas awal, diharapkan untuk dapat dihilangkan, sehingga anak dapat belajar dengan optimal sekaligus juga menghindari kesalahan dan tindakan yang tidak tepat dalam rangka menstimulasi perkembangan anak. 

“Saya selaku Bunda PAUD Tabanan, besar harapan saya untuk guru-guru PAUD agar tidak mengajarkan Calistung secara massif atau memaksa dan bisa advokasi ke orang tua yang menuntut anaknya bisa baca, tulis dan menghitung di sekolah PAUD, karena mereka masih di masa bermain yang menyenangkan,” Ujar Bunda Rai dalam arahannya pagi itu. 

Halaman:

Editor: Dian Effendi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah