Kunjungan Menhan Prabowo ke AS Ditentang Kelompok HAM dan Amnesty Internasional, Ini Alasannya

- 22 Oktober 2020, 13:54 WIB
Kunjungan Menhan Prabowo Ke AS Ditentang Kelompok HAM dan Amnesty Internasional, Ini Alasannya /kemhan.go.id

RINGTIMES BALI - Kunjungan Menhan Prabowo Subianto ke AS menimbulkan reaksi dari Amnesty Internasional dan kelompok HAM.

Bahkan mereka meminta Donald Trump membatalkan kunjungan Prabowo tersebut.

Dilansir dari The New York Time, di bawah pemerintahan Presiden Bill Clinton, George W. Bush, dan Barack Obama, dia dilarang mengunjungi Amerika Serikat.

Baca Juga: Resep Warisan Belanda jadi Menu Kuliner di Indonesia, Fakta Kue Lapis Bukan Resep Asli Indonesia

Namun kali ini, atas undangan Menteri Pertahanan Mark T. Esper, Prabowo Subianto mengunjungi AS setelah 2 dekade.

Bagi Prabowo, yang akan berusia 69 tahun pada hari Sabtu dalam perjalanannya, kunjungan tersebut adalah puncak dari pencarian selama bertahun-tahun untuk mendapatkan kehormatan.

Bagi Washington, ini menyoroti pentingnya Indonesia, sekutu AS yang berpotensi penting melawan China, dan lebih lanjut menandakan degradasi hak asasi manusia ke masalah diplomatik kecil.

"Larangan yang diterapkan kepada Menteri Prabowo sudah dicabut, dan dia akan berkunjung ke AS untuk membahas kerja sama, ”kata Irawan Ronodipuro, juru bicara Prabowo dan partai politiknya, Gerindra.

Baca Juga: Tips Cara Perusahaan Mobil KIA Menaikkan Jumlah Penjualan dan Kualitas After Sales

Amnesty International dan enam kelompok hak asasi manusia lainnya meminta pemerintahan Trump untuk membatalkan kunjungan tersebut.

Halaman:

Editor: I GA Putu Yuliani Dewi

Sumber: The New York Times


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X