Sebanyak 145 Kematian Anak Akibat Flu Dilaporkan di Amerika Serikat

29 April 2023, 17:50 WIB
ilustrasi anak /PEXELS/RODNAE Productions

RINGTIMES BALI- Amerika Serikat (AS) baru-baru ini melaporkan sebanyak 145 kematian anak, yang disebabkan oleh flu.

Data tersebut dirilis langsung oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC AS, yang dilaporkan pada Jumat, 28 April 2023.

Lebih lanjut dirincikan CDC bahwa, terdapat 26 juta kasus penyakit, dengan 290.000 pasien rawat inap, sebanyak 19.000 kasus kematian pada musim ini yang diakibatkan oleh flu.

Baca Juga: Jepang Akan Resmi Menyatakan COVID-19 Sebagai Flu Biasa Pada 8 Mei Mendatang

Dilansir dari Antara, Sabtu 29 April 2023, bahwa data per satu pekan terakhir yakni pada tanggal 22 April 2023, CDC AS menyatakan bahwa hampir 1.000 orang yang dirawat di rumah sakit, mengidap flu.

Maka dari itu, CDC menganjurkan agar anak umur enam bulan keatas harus mendapatkan vaksin flu tahunan, dalam rangka mencegah penyebaran penyakit ini.

Selain itu, CDC juga menyebutkan resep obat antivirus flu, yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit flu ini.

Baca Juga: Waspada Subvarian Baru COVID-19, Mata Merah Jadi Salah Satu Gejalanya

Sementara itu, baru-baru ini tepatnya pada 19 April 2023, dilaporkan bahwa terdapat sub varian terbaru virus covid-19, bernama Arcturus yang disebut jauh lebih menular, jika dibandingkan dengan varian sebelumnya.

Subvarian baru ini, disebutkan lebih rentan menyerang anak-anak, dengan salah satu baru gejala yang ditimbulkan yakni konjungtivitis atau kondisi mata merah.

Namun, menurut Schaffner, ada tiga penyebab yang bisa menyebabkan kondisi umum mata merah atau konjungtivitis.

Tiga hal tersebut adalah alergi, kontaminasi bahan kimia, dan infeksi. Maka harus bisa membedakan mana yang meupakan gejala covid-19.

Menurutnya, mata merah yang disebabkan oleh gejala subvarian baru covid-19, diikuti dengan gejala-gejala lain seperti demam, flu, dan batuk atau seperti gejala covid pada umumnya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Profesor penyakit menular asal Vanderbilt University Tennessee William Schaffner, pada 19 April 2023 lalu.

Meskipun begitu, ia menjelaskan juga bahwa vaksin covid-19 yang ada saat ini, masih cukup efektif dalam memberikan perlindungan terhadap semua jenis varian virus omicron.***

Baca Juga: Akhir dari Covid-19 bagi WHO: Menunggu Situasi Akhir 2023

 

Editor: Dian Effendi

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler