Krisis di Myanmar Tewaskan 50 Demonstran, Dewan Keamanan PBB Bertindak

- 7 Maret 2021, 11:30 WIB
Polisi Myanmar lepaskan water canon terhadapt aksi protes di Naypyitaw Myanmar /Dok. hrw.org

RINGTIMES - Myanmar mengalami krisis kekacauan akibat militer mengambil alih kekuasaan dari tangan pemimpin terpilih Aung an Kyi Februari 2021 lalu.

Hal tersebut menyebabkan aksi protes dan pemogokan harian yang telah menyebabkan bisnis dan menjadi lumpuh.

Tindakan protes dilakukan di seluruh Myanmar pada hari Sabtu, 6 Maret 2021, media lokal melaporkan bahwa polisi menembakkan peluru gas air mata dan granat setrum untuk membubarkan protes di distrik Sanchaung di Yangon, kota terbesar di negara itu.

Baca Juga: Suasana Prosesi Pemakaman Deng Jia Xi, Remaja yang Tewas dalam Aksi Kudeta Myanmar

Hal itu terjadi setelah utusan khusus Perserikatan  Bangsa-bangsa tiba di Myanmar untuk mendesak miiliter Junta bertanggungjawab atas gugurnya para aksi protes.

Sebelumnya dilaporkan bila lebih dari 50 pengunjuk rasa telah tewas sejak kudeta. PBB menjelaskan bila setidaknya 38 korban berjatuhan pada Rabu kemarin. 

Para pengunjuk rasa menuntut pembebasan Suu Kyi dan militer menghormati hasil pemilihan pada November kemarin, yang dimenangkan oleh Partai Nasional Liga Demokrasi (NLD).

Baca Juga: Gadis 19 Tahun Jadi Korban Kudeta Myanmar, Pesan Kematiannya Bikin Merinding: Jangan Selamatkan Saya!

Dewan Keamanan PBB bertindak

Dilansir Ringtimesbali.com dari situ Reuters menjelaskan bila Christine Schraner Burgener selaku Utusan Khusus menanyakan harus berapa kali membiarkan militer Myanmar lolos pada rapat tertutup 15 anggota Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat.

Halaman:

Editor: Muhammad Khusaini

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X