Menteri Pertanian Harap Penggunaan Alsintan Mampu Tekan Biaya Produksi Gula

- 11 Juli 2023, 20:29 WIB
Ilustrasi tanaman tebu
Ilustrasi tanaman tebu /Dwi Widiyastuti/Pixabay

RINGTIMES BALI- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berharap melalui program penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) mampu menekan biaya produksi, untuk pemanenan tebu.

Selain untuk menekan biaya produksi tebu, penggunaan alsintan ini diharapkan mampu mempercepat swasembada gula di Indonesia, hal tersebut disampaikan Mentan saat melakukan kunjungan kerja di Cirebon, Jawa Barat.

“Program ini (penggunaan alsintan) diharapkan dapat menekan biaya usaha tebu seminimal mungkin,” ucap Mentan dikutip dari Antara, Selasa 11 Juli 2023.

Ia mengatakan bahwa pihak Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini, dalam rangka meningkatkan stok untuk pemenuhan kebutuhan gula dalam negeri, tengah fokus memacu serta meningkatkan produksi gula, demi terwujudnya swasembada gula untuk dikonsumsi.

Maka dari itu, sambung Mentan, Kementan mengaktualisasikan program Taxi Alat Mesin Pertanian (Alsintan), yang diwujudkan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan dan Sarana Pertanian (PSP) dengan mengikutsertakan para pelaku usaha alsintan.

Menurut Mentan, aktualisasi program Taxi Alsintan ini, penting dilakukan guna mempercepat target yang ditetapkan Kementan sejak tahun 2019 lalu. Adapun target yang dimaksud adalah Indonesia yang bisa mencapai swasembada gula konsumsi di tahun 2024 mendatang.

Lebih lanjut dijelaskan Mentan bahwa, alsintan yang digunakan ini mulai dari proses pengolahan lahan, proses menanam, budidaya, hingga pada proses pemanenan oleh para pekebun, disediakan oleh pabrik gula, melalui mekanisme kemitraan.

Selain itu, lanjut Mentan, program Taxi Alsintan ini juga didukung dengan penyediaan dana kredit usaha rakyat (KUR).

Menurutnya pengoptimalan pemanfaatan alsintan untuk komoditas tebu ini, perlu dilakukan sebagai upaya mengatasi kesulitan tenaga kerja kebun. Dengan demikian, target pencapaian swasembada gula konsumsi sebesar 3,2 juta ton pada tahun 2024 dapat terpenuhi.

Halaman:

Editor: Dian Effendi

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah