Gigitan Nyamuk Meningkat Saat Cuaca Panas, Kemenkes Imbau Masyarakat Terapkan Langkah PSN

- 22 Maret 2024, 12:30 WIB
Ilustrasi. gigitan nyamuk DBD
Ilustrasi. gigitan nyamuk DBD /

RINGTIMES BALI - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia menyebutkan bahwa gigitan nyamuk DBD akan meningkat sebesar 2,5 kali lipat pada saat cuaca panas dan kering.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi, mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Ia juga menyarankan agar terus menjaga kebiasaan hidup sehat dan bersih. Setiap tempat yang digunakan untuk menampung air harus dipastikan bebas dari jentik nyamuk dan tidak keruh.

Menurut Imran, meskipun suhu cuaca  tahun 2024 cenderung lebih panas dibanding tahun sebelumnya, tingkat curah hujan masih terbilang cukup tinggi. Hal ini, lanjutnya, berbahaya bagi setiap orang karena dapat meningkatkan keganasan nyamuk penyebab demam berdarah, Aedes Aegypti.

“Otomatis sarang nyamuknya makin banyak, nyamuknya tambah banyak dan semakin ganas,” ucap Imran dikutip dari Antara, Jumat, 22 Maret 2024.

Baca Juga: Dinkes Denpasar Catat 236 Kasus DBD Selama Februari 2023: Lebih Tinggi dari Tahun 2022

Hujan dengan penyebaran tidak merata disebutnya dapat memperbanyak tempat perkembangbiakan nyamuk (breeding place) baik pada genangan air atau pada air yang tertahan di suatu media penampung.

“Kita harus waspada, tahun lalu kita hanya mengalami El-Nino dan itu kering. Kalau tahun ini dia cenderung ke mild La-Nina tapi suhunya seperti tadi,” ungkap Imran.

Lebih lanjut dijelaskan Imran bahwa masyarakat harus melindungi diri dari gigitan nyamuk, seperti dengan menggunakan pakaian lengan panjang, menggunakan kelambu saat tidur, hingga mengoleskan krim anti-nyamuk dengan rutin supaya kasus penularan maupun kematian tidak meningkat.

Halaman:

Editor: Dian Effendi

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah