Astaga, Ayah Tiri Perkosa Dua Kali Adiknya, Kakaknya Emosi dan Menusuk Ayah Tiri Hingga Tewas

1 Agustus 2020, 19:13 WIB
Ilustrasi Penusukan. Foto: Ist /

RINGTIMES BALI - Sang kakak sakit hati lantaran adiknya dua kali di perkosa oleh ayah tirinya, sehingga remaja berinisial JEP mengaku gelap mata dan melakukan aksi penusukkan.

Diketahui pria 18 tahun ini, mencegat rombongan keluarganya yang membawa ayah tirinya untuk diserahkan ke Polisi.

Disaat rombongan berhenti karena melihat JEP lalu terjadi perdebatan hingga berujung pada penusukan oleh JEP pada ayah tirinya.

Baca Juga: Bikin Kaget, Belum Sempat Dimakan, Sekotak Telur Puyuh Tiba-tiba Menetas

Berita ini sebelumnya telah terbit di pikiranrakyat.com dengan judul 2 Kali Adiknya Diperkosa Ayah Tiri, Remaja 18 Tahun Gelap Mata Lakukan Pembalasan Mengerikan

Peristiwa ini terjadi di Desa Prabumulih II, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.

JEP diduga gelap mata lantaran kesal adik perempuannya dijadikan budak seks ayah tirinya. Bukan itu saja, sang ayah tiri kerap melakukan kekerasan pada ibu JEP.

Baca Juga: Gaji ke-13 PNS Cair Minggu Depan, Setelah Jokowi Tanda Tangani PP

Kapolres Musi Rawas, AKBP Afrannedy menjelaskan peristiwa itu terjadi saat istri korban sekaligus ibu kandung pelaku, SR (48 tahun) bersama kerabatnya EN (30 tahun), dan pelaku JEP hendak ke Polsek Muara Lakitan sekitar pukul 13.00 WIB pada Kamis, 30 Juli 2020.

Ketika itu rombongan membawa korban untuk diadukan dan diproses secara hukum. Namun, lantaran emosi, tersangka mencegat dan melakukan penikaman pada korban.

"Korban ini akan dilaporkan atas dugaan KDRT dan pemerkosaan pada gadis di bawah umur. Nah, saat sedang perjalanan, pelaku mencegat kendaraan mereka. Kemudian terjadi keributan antara pelaku dan korban. Dari sana terjadi penikaman," katanya.

Baca Juga: Pakar Kejiwaan Komentar, Terkait Konspirasi Jerinx Terhadap Covid-19

Korban sempat berusaha melindungi diri dengan berlari, namun JEP terus mengejar dan melakukan penusukan kedua pada bagian kaki korban.

"Korban tewas di lokasi, sementara pelaku sempat melarikan diri," katanya. Namun, keluarga tersangka menjamin jika JEP akan menyerahkan diri.

Benar saja, pada Jumat, 31 Juli 2020, JEP siap menyerahkan diri pada polisi. Polisi langsung menjemput tersangka ke lokasi dan berhasil mengamankannya beserta barang bukti sebilah pisau yang digunakannya untuk menusuk korban.***(Rizki Laelani/pikiranrakyat.com)

Editor: I Ketut Subiksa

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Terpopuler