Tunggu Instruksi Pusat, PDIP Bali Bersiap Rebut Kembali Kursi Bupati Jembrana

- 24 Maret 2023, 09:30 WIB
Sekretaris PDIP Bali, I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan partainya berprinsip untuk kembali menempatkan kadernya sebagai Bupati Jembrana.
Sekretaris PDIP Bali, I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan partainya berprinsip untuk kembali menempatkan kadernya sebagai Bupati Jembrana. /RINGTIMES BALI/Laurensius Adrian Putra Segu

RINGTIMES BALI - Hegemoni kekuasaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pulau Dewata terbukti sangatlah kuat.

Terhitung dari sembilan kabupaten/kota di Bali, partai berlambang banteng moncong putih tersebut menguasai delapan kursi kepala daerah.

Hanya di satu kabupaten saja PDIP terjungkal, yaitu di Kabupaten Jembrana.

Saat Pilkada serentak tahun 2020 lalu, PDIP menjagokan pasangan Made Kembang Hartawan-Ketut Sugiasa untuk bertarung memperebutkan kursi Bupati-Wakil Bupati Jembrana, tetapi diluar dugaan pasangan ini kandas oleh pasangan koalisi yang diusung partai Demokrat, Golkar, Gerindra, PKB dan PPP, yaitu Nengah Tamba-I Gede Ngurah Patriana Krisna.

Baca Juga: Kisruh Tak Diundang Agenda PDIP, Ganjar Pranowo Banjir Dukungan Jadi Capres 2024

Tak mau mengulang kegagalan yang sama, kini PDIP Bali serius untuk menggarap kembali kursi eksekutif di 'bumi makepung' tersebut. Apalagi mengingat pada periode sebelumnya, kabupaten yang terletak di ujung barat Pulau Bali ini dipimpin oleh kader-kader PDIP.

Sekretaris PDIP Bali, I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan partainya berprinsip untuk kembali menempatkan kadernya sebagai Bupati Jembrana.

"Yang jelas, itu adalah komitmen kami untuk Pilkada 2024 mendatang," ungkap Jaya Negara, Jumat 24 Maret 2023.

Meskipun begitu, ketika ditanya siapa kader potensial partainya yang akan diterjukan untuk bertarung di Jembrana, politisi ramah yang juga Walikota Denpasar ini menyatakan tengah mempersiapkannya, tetapi belumlah bisa ia sebutkan saat ini.

Baca Juga: Buntut Dugaan Penyebaran Berita Bohong Ketum PDIP Megawati Meninggal, 12 Akun Medsos Dipolisikan

"Karena ada mekanisme dari partai yang perlu ditaati. Kami tidak bisa mendahului, di PDIP ada aturannya, yaitu menuggu instruksi dari pusat," jelas Jaya Negara.

Disisi lain, terkait persaingan PDIP dengan Demokrat yang kabarnya akan mengusung lagi bupati incumbent Nengah Tamba untuk melanjutkan kepemimpinan Jembrana, Jaya Negara mengatakan dirinya menghormati keputusan rivalnya tersebut.

"Ya beliau (Nengah Tamba) bupati incumbent, kemungkinan wajib maju lagi, tapi yang jelas PDIP juga berprinsip yaitu kader terbaiknya untuk maju dan memimpin Jembrana," tandas Jaya Negara.

Seperti diketahui menjelang perhelatan Pilkada serentak 2024, PDIP sebagai partai penguasa di Bali memiliki tugas yang tidak ringan terkhusus di Jembrana.

Baca Juga: Sekjen PDIP Sebut Caleg Pemilu 2024 Wajib Ikuti Pelatihan Antikorupsi dari KPK

Mengingat kepemimpinan Bupati Jembrana Nengah Tamba melalui sederet program yang telah dirancang dan dieksekusi hingga saat ini, sangat menarik minat masyarakat.

Mulai dari rencana pembangunan jalan tol yang ditargetkan pemerintah pusat rampung pada 2025, hingga pengembangan iklim pariwisata dan investasi.

Selain itu, berbagai kebijakan strategis terus digenjot oleh Bupati Tamba sebagai embrio tumbuhnya perekenomian, hal ini dilakukannya demi terwujudnya masyarakat Jembrana yang sejahtera dan bahagia.***

Editor: Mahatmanta


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x