Disebut Lecehkan Islam, Erdogan Sebut Presiden Prancis Emmanuel Macron ‘Memerlukan Perawatan Mental’

- 27 Oktober 2020, 08:30 WIB
Disebut Hina Islam, Erdogan Sebut Presiden Prancis Emmanuel Macrom ‘Memerlukan Perawatan Mental’ /


RINGTIMES BALI -
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian menuduh Turki mencoba memicu kebencian terhadap Prancis pada 25 Oktober 2020 lalu.

Sehari setelah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menghina presiden Prancis. Negara Islam di dunia ikut andil mengecam pendapat presiden Prancis.

Setelah mengeluarkan pernyataan tentang Islam. Presiden Erdogan menyebut Presiden Emmanuel Macron dari Prancis "memerlukan perawatan mental"

Baca Juga: Hari Ini! Shopee Gajian Sale Hadirkan Gratis Ongkir, Cashback 100%, dan Flash Sale 60RB!

Diketahui bahwa presiden Prancis Macrom,  mengeluarkan pernyataan tentang sekulerisme, kebebasan berpendapat, dan soal karikatur Nabi Muhammad, sebelum dan setelah pemenggalan guru di Prancis, Samuel Paty, oleh Muslim fundamentalis.

Erdogan mengatakan Macron membutuhkan pemeriksaan kesehatan mental karena berjanji mempertahankan nilai-nilai sekuler dan melawan Islam radikal.

Pernyataan tegas Macron itu diutarakan setelah seorang guru Prancis dibunuh karena mempertunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelas.

Baca Juga: Semakin Turun, Berapa Kurs Dollar-Rupiah di BNI Hari Ini, 27 Oktober 2020

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyerukan kepada rakyatnya untuk memboikot produk-produk Prancis terkait dengan apa yang disebutnya sikap bermusuhan terhadap Muslim yang ditunjukkan oleh pemimpin Prancis.

Selain itu, Presiden Erdogan juga menyerukan kepada Uni Eropa untuk membatasi hal yang disebut sebagai agenda anti-Islam yang diusung Macron.

Halaman:

Editor: Dian Effendi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X