Kajian Islam, Inilah Amalan agar Terbebas dari Pedihnya Siksa Kubur

- 15 Maret 2021, 07:40 WIB
Ilustrasi amalan agar terbebas dari pedihnya siksa kubur.
Ilustrasi amalan agar terbebas dari pedihnya siksa kubur. /PIXABAY/Fotorech

RINGTIMES BALI - Dalam sisa umur kita, hendaknya kita mengisi tabungan-tabungan kita di akhirat. Menurut Syekh Ali Jaber tabungan akhirat itulah yang nanti bisa menjadi amalan yang dapat menyelamatkan kaum muslimin dari pedihnya siksa kubur.

Ia menjabarkan, bagaimana seseorang mendapatkan amalan tersebut. Berikut kajian Islam dari Syekh Ali Jaber dikutip dari kanal Youtube Love Islam, Senin 15 Maret, kajian ini menjabarkan bagaimana kaum muslimin terbebas dari pedihnya siksa kubur.

Syekh Ali Jaber menceritakan ada kisah bagaimana amalan bisa membawa kaum muslimin selamat di akhirat. Dikisahkan ada seorang murid yang ditanya oleh gurunya 'kamu sudah belajar sekian tahun sama saya apa yang kamu dapat pelajaran?'

Baca Juga: Gisel Buka Suara Terkait Kasus Video Syur, ‘Aku Tidak Bisa Mengontrol’

Baca Juga: 15 Ciri Wanita Memiliki Inner Beauty yang Kuat, Nomor 15 Jarang Ditemui

Muridnya menjawab 'seluruh manusia punya sahabat tapi ketika meninggal dunia sahabatnya itu tidak boleh ikut berpisah, mana ada sahabat kita yang rela ikhlas mau menjadi sahabat kita di alam kubur, tidak ada walaupun sahabat itu rapat atau akrab, kalau kita sudah masuk kubur dia minta izin maaf saya tidak boleh ikut, pisah'.

Kata murid ini pada gurunya, 'saya mendapatkan pelajaran kalau manusia mengambil sahabat akrab tapi begitu masuk kubur dia boleh pisah, saya jadikan amal soleh sahabatku, saya jadikan amal soleh adalah temanku, saya jadikan amalan soleh menjadi akrab dan rapat sama aku, karena saya yakin saat saya masuk kubur satu-satunya yang boleh masuk kubur, ikut sama saya adalah amal soleh' katanya.

Dikisahkan lagi, ada sosok mayat, jika sudah meninggal maka ada 3 yang mengantarkan ke kuburan, keluarga, harta dan amal soleh. Begitu sudah dikuburkan pulang balik ada 2 yaitu keluarga dan harta, tapi yang tinggal di kuburan adalah amalan. Amal soleh atau baik dan tidak baik.

Baca Juga: Kaesang Dikabarkan Segera Menikah di Lombok, Usai Ibunda Sepupu Nadya Arifta: Doain Bulan Ramadhan Dilamar

Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Bau Mulut Tak Sedap, Mudah dan Praktis

"Karena itu seorang mukmin yang mencintai Allah dan rasulnya, dia harus tau amal soleh sangat diperlukan nanti oleh karena itu yang semestinya perhatian kita bukan kepada keluarga atau harta duniawi tapi pada amal kita," bebernya.

Amal soleh itu ketika di alam kubur akan bercahaya selayaknya dari Allah. Cahaya itu berasal dari sholat, wudhu, sedekah, puasa, silaturahim, ahlak mulia, amanat, jujur, lemah lembut, kasih sayang, cinta semua kebaikan dia yang diusahakan dan amalkan.

"Kuburan gelap sempit, tidak ada lampu di dalam, apakah Anda pernah lihat di kuburan ada tempat tidur, lemari es tidak ada selimut bantal tidak ada, biarpun raja biarpun sultan, menteri orang kaya, miskin hidup di dunia beda rumah orang kaya raya miskin tapi di alam kubur tidak ada," ungkapnya.

Di alam kubur yang membedakan bukan kaya miskin tapi adalah amal soleh, dari amalan soleh itulah Allah terangkan kubur yang sempit, gelap tidak ada oksigen, karena dia banyak zikir, istigfar, zakat, sholat malam Allah luaskan kuburannya.

Baca Juga: Kisah Nyata Video Syur Bongkar Perselingkuhan Suami, Aku Urung Bunuh Diri Demi Anakku

"Allah jadikan kuburnya taman dari taman surga, atau jadi lubang dari lubang neraka," ungkapnya.

Imam Turmuzi mengatakan dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa salah seorang sahabat Nabi membuat tenda di dekat sebuah kuburan, padahal ia tidak mengetahui bahwa tempat itu adalah kuburan. Tiba-tiba ia menyadari bahwa itu adalah kuburan seseorang, ia mendengarnya sedang membaca surat Al-Mulk hingga khatam.

Maka ia datang kepada Nabi dan bertanya, "Wahai Rasulullah, aku telah memasang tendaku di dekat sebuah kuburan, sedangkan aku tidak menyadari bahwa tempat itu adalah kuburan. Tiba-tiba kudengar dari dalamnya seseorang membaca surat Al-Mulk sampai selesai." Maka Rasulullah bersabda:

Baca Juga: Kisah Nyata, Aku Membiarkan Suamiku Selingkuh dan Berujung Penyesalan

«هِيَ الْمَانِعَةُ هِيَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ»

Itu adalah surat penangkal dan juga penyelamat, yang menyelamatkan pembacanya dari siksa kubur.

Imam Turmuzi meriwayatkan pula dari Jabir, bahwa Rasulullah masih belum tidur sebelum membaca Alif Lam Mim Tanzil dan Tabarakal Lazi Biyadihil Mulku. Lais telah meriwayatkan dari Tawus, bahwa kedua surat tersebut mengungguli semua surat dalam Al-Qur’an dengan tujuh puluh kebaikan.

Imam Tabrani mengatakan dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda:

«لَوَدِدْتُ أَنَّهَا فِي قَلْبِ كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْ أُمَّتِي»

Sungguh aku menginginkan bila surat ini dihafal di dalam kalbu setiap umatku.

Yakni surat Al Mulk ini.***

Editor: Muhammad Khusaini


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x