Sosok Pembunuh Mutilasi Kalibata City Terungkap, Lulusan Perguruan Tinggi Ternama dan Pelakor

- 18 September 2020, 10:26 WIB
Sosok Pembunuh Mutilasi Kalibata City, Laeli Atik Supriyatin (LAS), Pelakor dan Perebut Suami Orang /twitter /

RINGTIMES BALI - Pembunuhan mutilasi Kalibata City mengguncang publik. Bagaimana tidak sepasang kekasih tega membunuh kemudian memutilasi korban Renaldi Harley Wismanu (33).

Adalah sosok Laeli Atik Supriyatin (27) yang tega menghabisi teman kencannya Renaldi yang dikenal dari aplikasi Tinder dengan motif karena uang.

Laeli tak sendiri dia dibantu oleh pacarnya bernama Djulmadil Al Fajri (DAF).

Baca Juga: Mutilasi di Kalibata Terungkap, Korban dan Pelaku Berkenalan Melalui Aplikasi Tinder, Apakah Itu

Lantas siapakah sosok Laeli alias LAS ini? menurut penelusuran Ringtimes Bali, Laeli adalah lulusan salah satu perguruan tinggi ternama di Jakarta tahun 2012 yang sangat aktif di kemahasiswaan, Laeli bahkan dulu berhijab dan dikenal sebagai sosok yang supel serta memiliki banyak koneksi.

Diketahui, Laeli bekerja di perusahaan farmasi yang lumayan terkemuka di Indonesia.

Menurut informasi, Laeli ternyata perebut suami orang alias pelakor. Hal ini terungkap dari postingan sang mantan istri pelaku @bngndrnhfl dari tanggakapn threadnya diketahui jika Laeli telah merebut suaminya dan kini telah menikah (Laeli dan Fajri).

Laeli Atik lulusan FMIPA UI 2012
Laeli Atik lulusan FMIPA UI 2012

Baca Juga: Terungkap Ini Penyebab Syekh ALi Jaber Selamat dari Upaya Percobaan Pembunuhan

Lantas bagaimana hingga ia nekat merencanakan membunuh Renaldi.

Diketahui, LAS dan DAF merencanakan membunuh korban pada 9 September 2020. Saat hendak melakukan aksinya diketahui LAS memancing korban untuk berhubungan intim terlebih dahulu.

Sementara DAF yang membiarkan kekasihnya berhubungan intim bersembunyi di toilet.

Baca Juga: Rizky Febian Buka Suara, Sule Dapat Ancaman Pembunuhan Susul Kedekatan Putranya dan Anya Geraldine

Ketika berhubungan intim itulah DAF kemudian mengeluarkan batu bata dan memukulkannya pada korban.

Tak berhenti disitu ia menusuk korban sebanyak tujuh kali, hingga meninggal dunia.

Karena kebingungan atas perbuatannya, LAS dan DAF pergi membeli golok dan gergaji, mayat korban disembunyikan di toilet. Usai membeli, mereka memutilasi jenazah HRW menjadi sebelas bagian.

Baca Juga: Terungkap, Pelaku Pembunuhan Perempuan di Pondok Aren Berinisial MN

Thread mantan istri pelaku DAF
Thread mantan istri pelaku DAF

Potongan tubuh korban kemudian dimasukkan ke kantong kresek, kemudian disimpan di dua koper dan satu ransel.

Usai mutilasi, pasangan bejat ini kemudian membeli seprei dan cat tembok putih. Kemudian mereka memindahkan tubuh korban yang telah dimutilasi ke Apartemen Kalibata City dan menaruhnya pada sebuah kamar di lantai 16 yang telah mereka sewa untuk beberapa hari.

Mengapa LAS tega melakukan mutilasi dan membunuh korban, ternyata ia telah merencanakannya setelah bertemu korban melalui aplikasi Tinder sejak lama. Mereka sudah sering komunikasi satu sama lain. Lewat aplikasi itulah pelaku dan korban intens bertemu bahkan hingga pelaku LAS dipercaya memegang ATM korban, diketahui korban adalah orang kaya sehingga menjadi target LAS.

Baca Juga: Pembunuhan di Baki Dilandasi Ekonomi, Psikolog: Tekan Stres, Emosi, Putus Asa Anda Saat Pandemi

“Motifnya yaitu ingin menguasai harta korban,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Kamis 17 September kemarin.

Para pelaku menguras rekening korban dan digunakan untul membeli 11,5 gram emas dan sebuah motor, serta menyewa rumah di Permata Cimanggis, Depok, Jawa Barat yang direncanakan untuk mengubur potongan tubuh korban.

Penangkapan korban berawal dari transaksi rekening sebesar Rp97 juta dari ATM korban. Korban yang dilaporkan hilang oleh keluarganya ini curiga ada transaksi besar di ATM korban sementara korban menghilang.

Baca Juga: Drama Orang Terdekat, Ungkap Misteri Pembunuhan Yodi

"Laptop, cangkul, sekop, jam tangan, perhiasan, kartu ATM, disita untuk dijadikan barang bukti. Para pelaku dijerat Pasal 340 KUHP dan/atau Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP, dengan ancaman penjara seumur hidup, 20 tahun atau pidana mati," tegas Nana.***

 

Editor: Tri Widiyanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X