Intip Cara Budidaya Porang, Punya Nilai Ekspor Tinggi

- 6 Agustus 2020, 10:33 WIB
tanaman porang
tanaman porang /

RINGTIMES BALI - Porang adalah tanaman yang termasuk dalam golongan umbi-umbian.

Porang yang awalnya adalah tanaman liar kini menjelma menjadi tanaman yang memasuki pasar ekspor.

Sering kali tanaman ini disebut sebagai makanan ular karena tumbuh liar di pekarangan rumah, sela-sela pepohonan di hutan.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 03 September 2020 di Pegadaian Fluktuasi, Tetap Netral

Baca Juga: Review Anime Boruto Episode 163 Rilis 30 Agustus, Jutsu Deepa dan Omoi

Umbi porang banyak dicari di pasaran luar negeri seperti Jepang, China, Taiwan, dan Korea, yang digunakan sebagai tepung untuk bahan baku kosmetik, obat dan mie ramen.

Masyarakat sudah banyak yang membudidayakannya, karena cenderung pohon ini mudah untuk tumbuh.

Saat ini harga porang berkisar Rp10.000 per kg, bahkan umbi yang sudah kering untuk ekspor bisa dihargai sampai Rp300.000 per kg, harga yang cukup fantastis

Baca Juga: Manga One Piece Chapter 988 Sudah Rilis, Ternyata Belum Klimaks

Bagaimana apakah tertarik untuk mulai membudidayakannya, berikut cara-cara yang bisa dilakukan;

Persiapan Lahan Kosong

Setelah mempersiapkan lahan Kemudian, lahan dibajak singkal atau dilakukan penggemburan, selanjutnya buat guludan dan siapkan lubang tanam dengan jarak 25 x 50 cm atau 25 x 60 cm.

Setiap lubang diisi dengan pupuk kompos dan sekam agar pertumbuhan porang optimal. Supaya hasil semakin tinggi budidayakan porang dengan sistem monokultur

Proses Penanaman

Cara penanamannya menggunalan umbi atau katak, jika menggunakan biji lebih bagus untuk melakukan pembibitan terlebih dahulu, penanaman paling baik dilakukan dimusim hujan pada Bulan Oktober sampai Desember.

Baca Juga: Spoiler Manga Boruto Chapter 49 Rilis 20 Agustus: Pertarungan Epik Dimulai

Tetapi setelah 5 bulan musim pertama, tanaman ini akan mati sendiri atau menguning, tangkai dan daunnya juga berjatuhan, katak atau bulbil itulah yang dapat langsung dijual, setelah musim hujan tiba porang akan berkembang biak lebih besar.

Perawatan Porang

Proses perawatannya dapat dilakukan dengan membersihkan gulma, menimbun batang atau pangkal porang dengan tanah agar guludannya lebih tinggi sehingga umbi bisa cepat tumbuh.

Melakukan pemupukan dengan pupuk organik, dan melakukan beberapa penjarangan karena dalam satu bibit dapat tumbuh 3 sampai 4 porang.

Tahap Memanen

Tanaman yang dapat di panen pada umur 7 bulan, jika menggunakan bibit bisa sampai 18-24 bulan.

Cukup mudah bukan cara budidayanya bisa juga ketika punya waktu luang langsung saja mencobanya, tapi ketika ingin melakukan budidaya haruslah konsisten.***

 

 

Editor: Moh. Husen


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x