Ini Jurus Jokowi Jinakkan Inflasi

23 Oktober 2020, 19:23 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) /Warta Ekonomi/

RINGTIMES BALI - Indonesia saat ini tengah dilanda inflasi. Untuk mengatasinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) megeluarkan jurus yang menurutnya dapat digunakkan untuk mengendalikan inflasi. Berikut ini lima jurus Jokowi jinakkan inflasi.

Pertama, menurutnya, kebijakan pengendalian inflasi tidak hanya fokus pada upaya-upaya pengendalian harga, namun juga diarahkan pada upaya untuk memastikan terjaganya daya beli masyarakat melalui penguatan perlindungan sosial dan dukungan terhadap sektor UMKM.

Kedua, Pemda diharapkan memperkuat kebijakan Pemerintah Pusat dengan mempercepat realisasi APBD terutama belanja bantuan sosial dan belanja modal yang mendukung pemulihan ekonomi termasuk sektor UMKM.

Baca Juga: Mudahnya Transfer Saldo ShopeePay, Ikuti 5 Langkah Ini 

Ketiga, penguatan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dilakukan dengan mengarahkan belanja pada produk-produk dalam negeri, baik produk pertanian maupun UMKM," ujar Jokowi saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi, yang dilakukan secara virtual di Jakarta, sebagaimana dikutip RINGTIMES BALI dari Warta Ekonomi, Jumat 23 Oktober 2020.

Jokowi menuturkan, dalam upaya pengendalian inflasi, perlu juga ada ketersediaan data informasi pangan yang akurat untuk mendukung perumusan kebijakan tingkat pusat dan daerah, mengatasi permasalahan keterbatasan pasokan pangan, mendorong perdagangan, serta memperkuat kerja sama antar daerah.

Terakhir, katanya, Pemerintah Daerah diharapkan dapat membangun optimisme pemulihan ekonomi dengan terus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah kebijakan dan penanganan pandemi COVID-19 di pusat dan daerah," ucapnya.

Baca Juga: Gak Perlu Antre, Pastikan Anda Penerima BLT BPUM, Login eform.bri.co.id/bpum Pakai NIK KTP

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, upaya menjaga stabilitas harga tersebut juga menjadi elemen penting dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

Inflasi 2020 diprakirakan tetap terkendali, meskipun lebih rendah dari batas bawah target inflasi sejalan permintaan domestik yang belum kuat, di tengah pasokan barang dan jasa yang tetap memadai dan diprakirakan kembali ke dalam sasarannya 3,0 persen ±  1 persen pada 2021.

"Inflasi yang terkendali menjadi momentum untuk meningkatkan peran UMKM dalam memperkuat rantai pasokan lokal (local supply chain) dengan mengoptimalkan pesatnya digitalisasi.

Baca Juga: Cek Penerima BLT UMKM Rp2,4 Juta di BNI, bukan di Link eformbni.co.id, berikut Cara yang benar

Peningkatan peran UMKM dapat terus dilakukan melalui pengembangan korporatisasi, peningkatan kapasitas dan penyediaan pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi digital," terang Perry.

Ke depan, BI, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah terus berkomitmen melakukan sinergi untuk mengembangkan ekosistem digital UMKM secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga dapat mempercepat transformasi UMKM.***(Fajar Sulaiman/WE Online)

 

Editor: Dian Effendi

Sumber: Warta Ekonomi

Tags

Terkini

Terpopuler