Ingin Kesehatan Otak Optimal, Cobalah Jenis Olahraga Ini

- 25 September 2020, 21:12 WIB
Ingin Kesehatan Otak Optimal, Cobalah Jenis Olahraga Ini /PEXELS/ Tirachard Kumtanom

RINGTIMES BALI - Ahli saraf, Ilene Ruhoy, M.D, Ph. D, membagikan kapan dan bagaimana melakukan olahraga yang maksimal untuk kesehatan otak.

Meskipun tidak ada jam yang spesifik untuk berolahraga, tapi konsistensi merupakan hal kunci bagi rutinitas setiap individu. 
 
“Jika Anda nyaman berolahraga di pagi hari, maka lakukanlah. Begitu pula jika lebih suka latihan fisik di sore hari. Otak kita merupakan organ sirkadian. Artinya, ia berkembang dengan baik sesuai ritme sirkadian itu,” ungkap Ruhoy, sebagaimana dimuat dalam artikel sebelumnya di PORTAL JEMBER dengan judul " Waktu dan Jenis Olahraga yang Baik untuk Optimalkan Kesehatan Otak "
 
 
Menurutnya, yang paling penting adalah mencari waktu olahraga yang tepat kemudian berkomitmen dengan jadwal tersebut seperti yang dikutip dari laman mindbodygreen.com.
 
Serupa dengan waktu berolahraga, memilih jenis latihan fisik juga bergantung pada setiap orang. Kuncinya adalah bergerak setiap hari.
 
Meski begitu, Ruhoy merekomendasikan beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan demi mengoptimalkan otak.
 
 
“Tidak perlu mendaki Gunung Everest. Saya sering menyarankan untuk berjalan kaki setiap hari. Lakukan jika memang itu cocok Anda,” kata Ruhoy.
 
Selain berjalan kaki, aktivitas luar ruangan seperti jogging atau bersepeda juga dapat membantu. “Berada di alam terbuka meningkatkan kesehatan otak,” ujar Ruhoy.
 
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa alam memperbaiki gangguan mood, mengurangi kecemasan dan depresi, bahkan menjernihkan pikiran.
 
 
Jika berolahraga di luar ruangan terasa sulit, Ruhoy menyarankan untuk melakukan yoga. Latihan meditasi atau yoga dapat berfungsi sebagai jeda dari stres atau hipereksitabilitas yang mungkin menumpuk di sistem saraf pusat.
 
Sementara itu, untuk pasien dengan gangguan neurodegeneratif, Ruhoy merekomendasikan tai chi.
 
Tai chi tidak hanya meningkatkan keseimbangan pada orang dengan penyakit seperti Alzheimer dan demensia, tetapi itu juga membantu mereka mengenali diagnosisnya.***
 
 

Editor: I GA Putu Yuliani Dewi

Sumber: Portal Jember


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X