Gandeng Korea Selatan, Studi Kelayakan LRT Bali Ditargetkan Rampung April 2024

- 11 Januari 2024, 10:00 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Wakil Menteri Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan Sangwoo Park membahas upaya penyelesaian studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan pembiayaan pembangunan transportasi massal Light Rail Transit (LRT) di Bali.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Wakil Menteri Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan Sangwoo Park membahas upaya penyelesaian studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan pembiayaan pembangunan transportasi massal Light Rail Transit (LRT) di Bali. /KEMENHUB

RINGTIMES BALI – Kementerian perhubungan (Kemenhub) menargetkan studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan pembiayaan pembangunan transportasi massal Light Rail Transit (LRT) di Bali selesai April 2024.

Pembahasan MRT dilakukan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Wakil Menteri Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan Sangwoo Park di Korea Territorial Development Museum, Seoul, Korsel Selasa 9 Januari 2024.

Budi Karya menyampaikan, pemerintah Indonesia berkomitmen membangun transportasi massal perkotaan untuk mengatasi permasalahan kemacetan di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya di Bali.

Baca Juga: Pemkab Jembrana Terima Bantuan Teknis Rencana Detail Tata Ruang dari Kementerian ATR / BPN

“Kami akan fokus untuk memulai pembangunan LRT Bali Tahap 1 yaitu dari Bandara Ngurah Rai hingga Central Park,” ujar Budi Karya, dikutip dari Antara, Rabu.

Menhub menjelaskan pemerintah mengundang Korsel untuk bekerjasama membangun proyek transportasi massal berbasis rel pertama yang ada di Bali tersebut.

Adapun studi kelayakan dilakukan oleh Korea National Railways (KNR) dengan pembiayaan hibah (grant) dari Korea Exim Bank.

“FS-nya sudah dimulai pada Januari 2023 lalu, dan kami targetkan studinya sudah selesai pada April 2024,” kata Menhub.

Baca Juga: Jalan Shortcut Canggu Tibubeneng Resmi Dibuka untuk Urai Kemacacetan di Bali

Ia berharap, dengan pengalaman dan reputasi KNR yang baik sebagai perusahaan kereta api di Korsel, dapat mendukung upaya penyelesaian FS sesuai tenggat waktu.

“Pengerjaan FS ini bukanlah suatu yang mudah, karena banyak aspek yang harus dipertimbangkan mulai dari teknis, finansial, dan institusional. Tapi kami yakin FS ini dapat kita selesaikan dengan baik,” katanya.

Terkait dengan pembiayaannya, Menhub mengungkapkan pemerintah masih terus membahas berbagai skema antara lain memanfaatkan Official Development Assistance (ODA) Loan maupun Public Private Partnership (PPP).

Baca Juga: 14 Anak Punk di Denpasar Jalani Sidang Tipiring, Diganjar Vonis Beragam

Ia meminta dukungan penuh Pemerintah Korsel kepada pihak Eximbank, KNR, dan pihak terkait lainnya, sehingga Bali dapat menikmati transportasi massal yang lebih baik.

Di sektor udara, Menhub juga mengundang Korea untuk meningkatkan frekuensi penerbangan langsung (direct flight) dari Korea ke Indonesia, khususnya ke Batam dan Bali.

Selain itu, Menhub juga mengharapkan kerja sama pengelolaan Bandara Batam dengan pihak Incheon dari Korea dapat ditingkatkan.

Baca Juga: Bupati Tabanan Apresiasi Semangat Gotong - Royong Warga Desa Adat Munduk Bun

Dalam kunjungannya, Menhub juga bertemu dengan CEO Korea National Railway (KNR) Hanyoung Kim dan CEO Korea Exim Bank Hee-Seung Yoon.

Selain itu, Menhub juga mengunjungi Depo Kereta Api bawah tanah (underground) di Seoul.

Turut hadir dalam pertemuan ini Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal, serta perwakilan dari Bappenas dan Pemerintah Provinsi Bali.***

Editor: Dian Effendi

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah