Pemprov Jatim Bantah Tudingan Pemkot Surabaya Karena Dianggap Ngawur

- 19 Juni 2020, 15:44 WIB

RINGTIMES BALI - Pemerintah Kota Surabaya menuding tracing yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak valid dan faktual yang menyebabkan angka Covid-19 di kota pahlawan melambung tinggi.

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur (Jatim) yang menyebutkan dari hasil tracing yang dilakukan sudah valid dan faktual, berbeda dengan tuduhan Gugus Tugas Pemerintah Kota Surabaya.

Dikutip dari RRI, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) Heru Tjahjono menjelaskan, dalam mengeluarkan data kasus konfirmasi positif Covid-19, kesembuhan, hingga kematian, didasarkan pada dua metode.

Baca Juga: Ini Resep dari Ustadz Abdul Somad, Jika Ingin Dagangannya Laris

"Jadi, Pemerintah Provinsi tidak akan melakukan informasi berupa data yang tidak didasari oleh satu, kondisi di lapangan. Yang kedua, data itu diolah oleh pakar-pakar yang baik," ujar Heru pada Kamis, 18 Juni 2020 yang dikutip oleh Pikiranrakyat-bekasi.com.

Gugus Tugas Jatim pun menegaskan bahwa data yang disampaikan sudah valid dan berdasarkan prinsip kehati-hatian. Heru pun memandang penanganan Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama, bukannya malah mencari celah siapa salah.

"Jadi ini tidak mungkin (keluarkan data ngawur), karena sakali lagi, pandemi ini adalah tanggung jawab kita semua, kita tidak mungkin mengeluarkan data yang tidak sesuai dengan lapangan. Berdosa!," tegas Heru.

Baca Juga: Kabar Terbaru Pertamina Terkait Stop Penjualan Premium dan Pertalite

Ditegaskan Heru, data yang diperoleh Gugus Tugas berdasarkan berbagai sumber seperti data dari Gugus Tugas Pusat, data dari Dinas Kesehatan Jatim maupun Kabupaten Kota, dan proses tracing sendiri.

Halaman:

Editor: Dian Effendi

Sumber: Pikiran Rakyat Bekasi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X