Novel Baswedan Minta Bantuan Jokowi Agar Usut Kasus Penyiramannya

- 18 Juni 2020, 20:15 WIB
SIDANG Perdana Kasus Novel Baswedan di PN Jakarta Utara.* - Foto: Antara / Fianda Sjofjan Rassat

RINGTIMES BALI – Koordinator Aliansi Mahasiswa Bekasi (AMB) Rudy Hartono mengomentari dari sikap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan perhatian lebih kepada kasus kekerasan yang diterimanya.

Rudy Hartono menilai Novel Baswedan tidak seharusnya menarik Presiden Joko Widodo dalam ranah teknis terlebih hingga mengintervensi terhadap berjalannya proses hukum kasus penyiraman air keras kepadanya.

“Jangan tarik Pak Presiden untuk intervensi hukum, itu sudah diurus oleh ahlinya dengan mengedepankan prinsip kepastian hukum karena sejatinya siapapun tidak bisa mengintervensi proses hukum. Saya kira Pak Novel paham itu,” kata Rudy Hartono dikutip Pikiranrakyat-bekasi.com dari RRI.

Baca Juga: Kasusnya Semakin Memanas, Novel Baswedan: Lepaskan Saja Terdakwa

Terlebih Joko Widodo sedang memprioritaskan bangkitnya sektor ekonomi masyarakat serta memimpin negara melawan pandemi virus corona (Covid-19), Rudy Hartono mengatakan bahwa permintaan Novel Baswedan itu tidak tepat dan cenderung berlebihan.

“Kita seharusnya support Pak Jokowi dalam melawan Covid-19 dan membantu perekonomian Indonesia untuk bangkit. Bukan minta beliau menyalahi aturan yaitu mengintervensi hukum. Salah besar itu,” ujar Rudy Hartono.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Novel Baswedan merasa adanya kejanggalan dalam proses persidangan terhadap kedua pelaku penyiram air keras tersebut kepadanya sehingga meminta Presiden Joko Widodo memberikan perhatian untuk kasusnya tersebut.

Baca Juga: Norwegia Angkat Bicara Karena Salmon Eropa Dituding Pembawa Covid-19

Berita ini sebelumnya telah terbit di pikiran-rakyat bekasi.com dengan judul AMB Nilai Novel Baswedan Salah Besar Minta Bantuan Jokowi untuk Usut Kasus Penyiramannya

Halaman:

Editor: Dian Effendi

Sumber: Pikiran Rakyat Bekasi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X