Bangkit, Banyuwangi Awali 'Kebiasaan Anyar' di Pelayanan Publik

- 4 Juni 2020, 14:30 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.* /ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/ama.

RINGTIMES BALI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan kebijakan normal baru yang dinamakan "kebiasaan anyar" mulai diterapkan pada tempat-tempat pelayanan publik mulai dari lingkungan terkecil tingkat desa.

"Pelayanan publik di desa-desa diberikan dengan menjalankan protokol kesehatan. Warga yang mau dilayani harus pakai masker. Kalau tidak mau, tidak dilayani," kata Azwar dalam acara bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang dipantau melalui akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Kamis 4 Juni 2020.

Pemimpin Banyuwangi tersebut mengatakan warga yang datang ke balai desa juga harus dicek suhu tubuhnya. Bila warga tersebut menolak, maka tidak diperbolehkan masuk sehingga tidak mendapatkan pelayanan.

Baca Juga: Nekat Naik Perahu Nelayan Menuju Bali, Perantau Banyuwangi Ditangkap

Selain itu, di balai desa juga diterapkan penjarakan fisik antara pegawai pemerintahan dan warga yang memerlukan pelayanan publik.

"'Kebiasaan anyar' juga diterapkan di sektor pariwisata yang merupakan nafas perekonomian Banyuwangi. Restoran tidak boleh beroperasi kalau yang memasak tidak memakai face shield dan pengunjung yang tiba di bandara harus jelas penjemputannya," tuturnya.

Tak hanya di pelayanan publik seperti balai desa, hal serupa juga akan diberlakukan di hotel-hotel yang ada di Banyuwangi. Akan diberlakukan protokol bagi hotel-hotel untuk memastikan kebersihan kamar setelah tamu pergi meninggalkan hotel.

Baca Juga: Usai Rapid Test Reaktif, Pasutri di Bali Malah Kabur dari Rumah Sakit

Namun, semua tamu di restoran dan hotel juga wajib disediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan.

Halaman:

Editor: Dian Effendi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X