Jawa Tengah Sudah Mulai Belajar Bersama Masyarakat Terapkan New Normal

- 28 Mei 2020, 13:58 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.* /ANTARA/

RINGTIMES BALI  -  Penerapan new normal dalam menghadapi pandemi Virus Corona atau COVID-19, telah digaungkan oleh pemerintah pusat.  

Akan tetapi  Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah mengaku jika new normal belum siap diterapkan di daerah yang dipimpinnya.

Ganjar Pranowo seperti dikutip oleh pikiranrakyat-depok.com dari Prfm pada Kamis, 28 Mei 2020 mengatakan, "Jadi kalau di Jawa Tengah apakah sudah siap dengan wacana ini (new normal) kami belum siap tapi kami sudah mulai belajar, mulai mengajari masyarakat agar kita bareng-bareng bisa menata."

Baca Juga: Sidang Perdana Kasus Jiwasraya Dilaksanakan Pada Rabu 3 Juni

Artikel ini sebelumnya telah tayang di depok.pikiran-rakyat.com dengan judul Jawa Tengah Belum Siap Terapkan New Normal, Ganjar Pranowo: Tapi Kami Sudah Mulai Belajar

 Ganjar Pranowo mengatakan sebelum mencuatnya wacana penerapan new normal, di Jawa Tengah sudah mulai dilakukan penataan seperti di pasar seperti yang dilakukan di Salatiga yang diikuti dengan pasar di daerah lain di Jawa Tengah.

Tak hanya di pasar, lanjut Ganjar Pranowo, pihaknya juga kini sudah mulai melakukan pembenahan dan pengaturan sistem kerja di beberapa pabrik di Jawa Tengah.

"Ada satu pabrik rokok besar di Kudus bahkan mereka sudah menata bagaimana cara masuk, cara duduk, yang dulu berhadapan menjadi tidak berhadapan, nah sekarang per hari ini mereka pasang partisi dengan tabir plastik di kiri kanan dan depannya sehingga mereka tidak ada kontak langsung, ini yang kita tata," tuturnya.

Baca Juga: Optimis Pemulihan Ekonomi Global, Emas Turun Dihari Ketiga

Tak hanya itu, menurut Ganjar Pranowo, kini mal-mal yang ada di Jawa Tengah pun sudah mulai melakukan penataan agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.

Halaman:

Editor: Moh. Husen

Sumber: Pikiran Rakyat Depok


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X