Kenali Jenis Virus Hepatitis C, Simak 5 Fakta Berikut Ini

- 20 November 2020, 14:50 WIB
Kenali Jenis Virus Hepattis C, Simak 5 Fakta Berikut Ini /PIXABAY/

RINGTIMES BALI - Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hingga 3,9 juta orang di Amerika Serikat memiliki risiko kronis dari virus ini. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 70 juta orang terkena dampaknya di seluruh dunia.

Apa sebenarnya HCV kronis itu? singkatnya, ini mengacu pada peradangan hati Anda yang sedang berlangsung. Tapi itu bisa menyebabkan gejala di seluruh tubuh Anda. Seiring waktu, hidup dengan kondisi ini dapat menyebabkan tubuh Anda menjadi sangat rentan terhadap komplikasi kesehatan yang serius.

HCV ditularkan melalui kontak dengan darah. Jarang ditularkan melalui kontak seksual dari seseorang yang terinfeksi virus. Pada akhirnya, infeksi ini menyebabkan peradangan hati dan sejumlah masalah lain yang dapat merusak kesehatan Anda.

Baca Juga: Pemicu Penyakit Ginjal, Cermati 7 Kesalahan yang Sering Kita Lakukan Sehari-hari

Virus memiliki dua tahap, akut dan kronis. Tahap akut terjadi dalam waktu enam bulan setelah terpapar virus. Bagi beberapa orang, ini adalah penyakit jangka pendek. Tetapi menurut CDC, kebanyakan orang  sekitar 75 sampai 80 persen mengidap HCV kronis. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka terkena virus sampai gejala lain dalam tubuh mereka mulai.

Meskipun virus hepatitis A, B, dan C semuanya menyebabkan hepatitis, mereka adalah tiga virus yang berbeda dan berbeda. Dikutip Ringtimesbali.com dari laman Healtline, berikut ini pembahasannya.

1. Hati

Tugas hati adalah memproses darah dan menyaring racun dari tubuh Anda. Ini menghasilkan protein, komponen darah penting, dan empedu, yang membantu Anda mencerna makanan. Ini juga menyimpan glukosa dan vitamin. HCV menyebabkan peradangan yang mengganggu kemampuan hati untuk menjalankan fungsi vital ini.

Baca Juga: Cara mencegah Risiko Kanker Payudara, Konsumsi Makanan Berikut

Gejala awal mungkin ringan dan mudah hilang, tetapi pengobatan dini sangat penting untuk mencegah kerusakan serius. Ketika infeksi kronis terjadi, itu dapat menyebabkan sirosis, atau jaringan parut pada hati, seiring waktu.

Halaman:

Editor: Dian Effendi

Sumber: Heatline


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X