Belum Terbukti Aroma Terapi Bisa mengatasi Susah Tidur

- 2 Agustus 2020, 08:15 WIB
ilustrasi minyak aroma terapi /Ringtimes Bali/

RINGTIMES BALI - Beberapa orang percaya penggunaan aroma terapi bisa meningkatkan kualitas dan mengatasi gangguan tidur di malam hari, namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar sebab belum ada penelitian ilmiah yang membuktikannya.

Dokter spesialis anak dr. Eugenia Permatami Herwansyah, SpA mengatakan penelitian seputar aroma terapi untuk meningkatkan kualitas tidur masih sangat terbatas sehingga belum dapat dibuktikan secara ilmiah kebenarannya.

 

"Itu penelitiannya masih terbatas banget. Aroma terapi ini penggunaannya tidak secara langsung tapi sifatnya memang membuat rileks, nyaman dan ada kaitannya dengan menenangkan," ujar dr. Eugenia dalam bincang-bincang daring pada Kamis (30/7).

Baca Juga: Pesan Singkat, Banyak Karyawan Citos Terpapar Covid-19, Ini Penjelasannya

"Ketika mood-nya sudah bagus dan merasa nyaman tentu tidurnya akan lebih baik. Kalau secara datanya masih sedikit sekali yang membuktikan kalau aroma terapi meningkatkan kualitas tidur," kata dr. Eugenia melanjutkan.

Untuk meningkatkan kualitas tidur khususnya terhadap anak-anak, yang bisa dilakukan adalah mengatur jam makan, menghindari konsumsi kafein menjelang tidur serta tidak menggunakan gawai karena paparan sinarnya dapat menghambat munculnya hormon tidur.

"Jangka waktu empat sampai enam jam sebelum tidur jangan mengkonsumsi kafein, kemudian untuk makan besar disarankan maksimal dua jam sebelum tidur karena kan perut harus mencerna. Anak kecil atau bayi kan sering lapar, tapi satu jam sebelum minum susu atau bobok masih boleh," ujar dr. Eugenia.

Baca Juga: Dimasa Covid-19 Perlukah Kaca Mata?

Selain itu, orangtua juga bisa melakukan rutinitas positif sebelum tidur kepada anak-anaknya seperti menyanyi bersama, dipijat, oles minyak esensial atau memasang musik yang membuat rileks.

Halaman:

Editor: I Ketut Subiksa

Sumber: antaranews


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X