2.750 Ton Amonium Nitrat Ledakan Beirut, Presiden Lebanon Marah Besar

- 5 Agustus 2020, 15:44 WIB
.*ANTARA
.*ANTARA /

RINGTIMES BALI – Dilaporkan, peristiwa ledakan yang mengguncangkan di Port of Beirut, Lebanon, pemerintah setempat telah mengkonfirmasi ledakan pada Selasa 4 Agustus 2020 disebabkan oleh timbunan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang pelabuhan.

Menurut informasi, beberapa jam usai ledakan api masih menyala di wilayah pelabuhan sehingga terlihat cahaya kemerahan menjelang malam.

Sementara dilaporkan 78 orang tewas dan sekitar 4.000 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan yang sangat besar itu.

Baca Juga: Suami Positif, Istri Polisi di Karangasem Meninggal Akibat Covid-19

Kemungkinan korban tewas masih akan bertambah karena petugas masih dalam proses evakuasi mencari korban di bawah bangunan yang runtuh.

“Apa yang kami saksikan di sini adalah sebuah malapetaka dahsyat. Korban bergelimpangan, kerusakan terjadi di mana-mana,” ujar George Kettani Kepala Palang Merah Lebanon.

Seperti dikutip Ringtimesbali.com dari Jurnal Presisi dalam artikel "Presiden Lebanon Marah, 2.750 Ton Amonium Nitrat Disimpan dengan Sembrono Hingga Meledak" melalui laman ANTARA.

Baca Juga: Soal Rangkap Jabatan Komisaris BUMN, Arya Sinulingga: Wajar Sekali yang Awasi juga Pemerintah

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan ‘tidak bisa menerima’ cara sembrono penyimpanan zat kimia yang mudah meledak itu dilakukan tanpa mempertimbangkan keamanan.

Presiden segera menggelar rapat darurat kabinet terkait ledakan ini pada Rabu, serta mengatakan dan segeram mengumumkan status darurat selama dua minggu.

Halaman:

Editor: Tri Widiyanti Prasetiyo

Sumber: ANTARA, Jurnal Presisi PR


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X