Pompeo Cabut Pembatasan Taiwan dan Amerika Serikat, Pengamat Sebut Ada Maksud Lain

- 25 Januari 2021, 12:15 WIB
Pompeo Cabut Pembatasan Taiwan dan Amerika Serikat, Pengamat Sebut Ada Maksud Lain. /Instagram.com./@secpompeo

RINGTIMES BALI - Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mencabut pembatasan kontak antara pejabat AS dan Taiwan. Ini adalah sebuah langkah yang disambut baik oleh Taiwan.

Pengumuman itu datang pada Sabtu malam, hanya 11 hari sebelum kepergian Presiden Donald Trump, yang hubungan luar negerinya telah ditentukan oleh meningkatnya permusuhan dengan Beijing.

Dalam sebuah pernyataan, Pompeo mengatakan departemen luar negeri AS telah memberlakukan pembatasan internal, “dalam upaya untuk menenangkan rezim Komunis di Beijing.” Yang dikutip RINGTIMES BALI dari The Guardian.

Baca Juga: Perekonomian India Tumbuh Cepat dan Bisa Saingi China di Tahun 2021

Pedoman tersebut mencakup pembatasan di mana perwakilan dapat bertemu, dan membatasi peringkat yang diizinkan untuk menghadiri perayaan hari nasional Taiwan.

Mereka juga mengatakan AS seharusnya tidak menyebut Taiwan sebagai "negara" atau "pemerintah".

Partai Komunis China tidak pernah memerintah Taiwan, tetapi Beijing menganggapnya sebagai provinsi bandel yang harus dikembalikan ke pangkuan, dengan kekerasan jika perlu.

Baca Juga: Keunikan Norwegia, Negara Matahari Tengah Malam yang Populer

Ia mengklaim para pemimpin pemerintahan Taiwan, yang mengatakan pulau itu adalah negara berdaulat, adalah separatis.

Beijing mengatakan status Taiwan adalah masalah paling sensitif dalam hubungannya dengan AS.

AS tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, tetapi telah beroperasi selama beberapa dekade di bawah undang-undang yang mengamanatkan AS memberi Taiwan dukungan, termasuk penjualan senjata, dalam perlawanannya terhadap tekanan China.

Halaman:

Editor: Muhammad Khusaini

Sumber: The Guardian


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X