Pendaratan Pesawat British Airways 5930 Dengan Pilot Tersedot Keluar, Ini Kisahnya

- 20 Januari 2021, 06:15 WIB
Ini kisah luar biasa pilot Lancaster yang tersedot keluar jendela saat mendaratkan pesawat british airways dengan nomor penerbangan 5390 /Foto: Pixabay/Military_Material/


RINGTIMES BALI -
Pada 20 Juni 1991, salah satu insiden paling luar biasa dalam sejarah penerbangan pesawat britis Airways 5390. Selama penerbangan, pilot berusaha mendaratkan pesawat dengan tubuh yang tersedot keluar jendela.

Dilansir RINGTIMES BALI dari laman mysteriesrunsolved. Saat itu, salah satu kaca depan kabin pesawat britis airways pecah dan menyebabkan Pilot kapten Tim Lancaster tersedot keluar jendela karena depressurization yang tiba-tiba.

Ajaibnya, sang pilot selamat dari kecelakaan pesawat british airways tersebut berkat bantuan pramugari dan kepiawaian co-pilot, Alison Atchison.

Baca Juga: M2 Digelar di Singapura, Mobile Legend Adakan Acara yang Meriah

Bisa dikatakan kecelakaan pesawat ini paling menakutkan dalam sejarah penerbangan komersial. Saat itu, sang pilot terkena angin lebih dari 600 kilometer per jam dan suhu mendekati -17 ° C selama lebih dari 22 menit.

Namun, saat mereka berada di ketinggian 17.000 kaki (sekitar 5000m), tiba-tiba kaca depan Kapten Lancaster pecah. Dekompresi yang tiba-tiba mengguncang pesawat, merobek pintu kokpit dan menyeret tubuh pilot ke luar. Namun, dia tidak terbang berkat kakinya yang masih terselip di bawah kendali.

Nigel Ogden, salah satu anggota crew, memperhatikan situasinya dan berhasil menangkap Lancaster, yang tertekan ke badan pesawat karena angin dan kecepatan, meskipun dia mulai membeku karena suhu rendah.

Baca Juga: Operasi SAR Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Diperpanjang 3 Hari, Tim Temukan Banyak Objek

Setelah beberapa menit, Ogden, yang masih berpegangan pada Lancaster, sekarang mengalami radang dingin dan kelelahan, jadi kepala pramugari John Heward dan pramugara Simon Rogers mengambil alih tugas memegang kapten. Mereka semua mencoba yang terbaik untuk membawa Lancaster kembali ke kokpit, tetapi itu tidak mungkin karena angin berkecepatan tinggi.

Pada saat ini Lancaster telah bergeser beberapa inci lebih jauh ke luar dan kepalanya berulang kali membentur sisi badan pesawat. Para crew sempat mengira dia sudah tiada, tapi Atchison menyuruh yang lain untuk terus memeganginya, karena takut melepaskannya bisa menyebabkan dia menyerang sayap kiri, mesin, atau stabilizer horizontal, berpotensi merusaknya.

Halaman:

Editor: Muhammad Khusaini

Sumber: mysteriesrunsolved.com


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X