Kasihan Petani, Harga Kakao dan Cengkeh Menurun Saat Pandemi Covid 19

- 5 Juli 2020, 17:05 WIB
Sejumlah petani kakao dan cengkeh di Jembrana menuturkan, sejak corona melanda negeri ini, harga biji kakao kering menurun. /

RINGTIMES BALI - Masa pandemi covid 19 saat ini ternyata melumpuhkan perekonomian, termasuk sektor pertanian dan perkebunan. Akibatnya, petani kebun terancam merugi.

Harga biji kakao (coklat) di tingkat petani saat ini menurun dibandingkan sebelum covid 19 melanda. Padahal saat ini petani kakao di Jembrana dan di daerah lain sedang musim panen. Demikian halnya dengan harga cengkeh juga menurun tajam.

Sejumlah petani kakao dan cengkeh di Jembrana menuturkan, sejak corona melanda negeri ini, harga biji kakao kering menurun dari sebelum covid 19. Saat ini harga biji kakao kering ditingkat petani hanya Rp 25 ribu per kilo. Dan untuk yang basah hanya Rp 8.000 per kilonya.

Baca Juga: Jengkel Rapid Test Berbayar, Akun FB Teguh Mintorogo Doakan Para Dokter Cepat Mati

Sementara dibandingkan sebelum covid 19 melanda harga biji kakao kering menjacapi Rp 27 ribu sampai Rp 28 ribu perkilonya. Sementara yang basar berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu perkilonya.

"Kalau corona belum usai kami kuatir harga terus menurun. Kalau gini kami pasti rugi," ujar Gede Sutama, salah seorang petani kakao dari Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Minggu, 5 Jui 2020.

Sejumlah petani kakao dan cengkeh di Jembrana menuturkan, sejak corona melanda negeri ini, harga biji kakao kering menurun
Sejumlah petani kakao dan cengkeh di Jembrana menuturkan, sejak corona melanda negeri ini, harga biji kakao kering menurun

Demikian halnya, harga cengkeh kering terjadi penurunan yang sangat tajam. Saat ini harga cengkeh kering ditingkat petani mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 52 ribu perkilonya. Sementara cengkeh basah harganya Rp 17 ribu per kilo.

Baca Juga: Kasus Skimming ATM, Bule Turki dan Local Boy Asal Bandung Diringkus Polda Bali

Halaman:

Editor: I Dewa Putu Darmada


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X