Covid-19 di Denpasar Meningkat, Fasilitas Publik Kembali Ditutup

- 14 September 2020, 18:08 WIB
Fasilitas umum seperti Lapangan, tempat rekreasi dan tempat olah raga masyarakat Denpasar, kembali ditutup untuk umum untuk mencegah penyebaran covid-19 yabg akhir-akhir ini melonjak kembali. /Ni Putu Yani Pujiastuti /Tim Ringtimes Bali

RINGTIMES BALI – Kasus Covid-19 di Kota Denpasar makin merajarela, kasus harian kembali mencatat 3 pasien Covid-19 dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan kasus positif bertambah 29 orang yang tersebar di 14 desa/kelurahan dan kasus sembuh bertambah sebanyak 21 orang.

Sebagai upaya mencegah terjadinya itensitas penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar memutuskan untuk menutup kembali 3 fasilitas publik.

Baca Juga: OPSI Minta Masyarakat Hilangkan Stigma Buruk Pekerja Seks

Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai pada Minggu, 14 September 2020 kemarin.

Dewa Rai merinci sebanyak 14 desa/kelurahan yang mencatatkan penambahan kasus positif di antaranya Desa Sumerta Kaja, mencatatkan penambahan kasus tertinggi yakni sebanyak 6 kasus positif.

Kemudian disusul Kelurahan Padangsambian dan Desa Padangsambian Kaja yang mencatatkan penambahan masing-masing sebanyak 4 kasus positif.

Baca Juga: Tiga Koperasi Bekerjasama Bagikan Sembako untuk Galungan

Selanjutnya, Desa Dangin Puri Kangin mencatatkan penambahan sebanyak 3 kasus positif, Desa Tegal Harum dan Kelurahan Sumerta mencatatkan masing-masing penambahan sebanyak 2 kasus positif.

Sementara itu, Desa Kesiman Kertalangu, Desa Sumerta Kelod, Desa Pemogan, Desa Dangin Puri Kelod, Kelurahan Sanur, Kelurahan Pemecutan, Desa Dangin Puri Kauh dan Desa Dauh Puri Kaja mencatatkan masing-masing 1 kasus positif. Sebanyak 29 desa/kelurahan tidak mencatatkan penambahan kasus positif baru.

Halaman:

Editor: Dian Effendi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X