Emas Punya Pengaruh Besar pada Pencapaian OSL di Pegadaian Selama Covid-19

- 11 September 2020, 14:12 WIB
Kabag Humas dan Protokoler Pegadaian Kanwil Denpasar, Made Mariawan, SE, MM. /Riri /Tim Ringtimes Bali

RINGTIMES BALI – Di Tengah pandemi Covid-19, faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan omset PT Pegadaian adalah karena perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Hal ini mulai dirasakan sejak H-7 sampai H+1 dengan persentase kenaikan sebesar 15% per hari. Meski demikian kondisi ini bukanlah lonjakan yang signifikan jika dibandingan dengan daerah di luar Bali mengingat penduduk Kota Denpasar yang heterogen.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya kita sudah bisa prediksi kenaikan omset jelang Galungan dan Kuningan tak berpengaruh secara signifikan jika dibandingkan dengan Idul Fitri,” ungkap Made Mariawan, S.E.,M.M selaku Kabag Humas & Protokoler Pegadaian Kanwil VII Denpasar di Kantornya, Rabu 9 September 2020.

Baca Juga: Berpolitik Praktis dengan alasan Nyeleneh, Dua ASN Diperiksa Bawaslu

Ia juga jelaskan, PT. Pegadaian Cabang Denpasar mencatat adanya peningkatan kunjungan dan transaksi di tengah pandemi Covid-19. Hal ini ditandai dengan adanya kenaikan Out Standing Loan (OSL) yang menyentuh angka 5,7 triliun pada bulan September 2020.

Disamping itu dikatakan juga, target SuperExceed OSL secara global mencapai 6.015 triliyun. Sedangkan data terakhir dari Nasabah CIF per 31 Agustus 2020 lalu ialah sebanyak 1.653.130 dari target yang ditentukan yaitu 1.704.739, dengan persentase 96,97%.

“Pengaruh Covid-19 terhadap omset Pegadaian ini justru berdampak positif dan sangat bagus korelasinya, bahkan kami melampaui target yang sudah ditentukan,” jelas Made Mariawan.

Baca Juga: Pemkot Usulkan Penyertaan Modal Daerah Pada PT Jamkrida Bali Mandara

Ia juga menerangkan 5 kategori nasabah di Pegadaian antara lain karyawan, pedagang, nelayan, industri dan petani. Dan kategori yang paling mempengaruhi omset Pegadaian di tengah pandemi ialah dari pedagang yang saat ini disusul oleh karyawan dari berbagai sektor. Mereka pun lebih dominan untuk melakukan investasi berupa tabungan emas.

Made Mariawan yang juga pernah menjadi Pimpinan Cabang Pegadaian di Jalan Thamrin, Denpasar ini memberikan sedikit statement mengenai masyarakat yang berlomba-lomba membeli emas ketika harga emas sedang meroket. Ia menjelaskan bahwa hukum penawaran untuk persoalan yang satu ini tidak berlaku.

Halaman:

Editor: Dian Effendi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X