Lahir Pada Masa Pandemi, Bayi Jerapa di Bali Diberi Nama Corona

- 23 Mei 2020, 01:16 WIB
JERAPAH di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden (Bazoga).*

RINGTIMES BALI - Rupanya baru diketahui di tengah Pandemi Covid-19, ada kabar membahagiakan datang dari Bali Safari Park, Kabupaten Gianyar, Bali, yakni lahirnya bayi jerapah yang lucu dan menggemaskan pada tanggal 9 April 2020 lalu. 

 Bayi jerapa itu, diketahui diberi naman oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, secara khusus memberikan nama kepada bayi jerapah lucu ini “Corona” menjadi pilihan nama dari Ibu Menteri untuk bayi jerapah betina, karena kelahirannya bertepatan dengan pandemic Covid-19.

 Yohana Kusumaningtyas selaku tim dokter hewan Taman Safari Indonesia (TSI) Group menerangkan, bayi jerapa 

Baca Juga: Setelah Muncul Hasil Rapid Test 12 Orang di Desa Werdi Bhuawa Reaktif

 ini lahir dari pasangan indukan bernama Sophie dan pejantan bernama Matadi. Proses kelahiran Corona berjalan dengan lancar dan tim dokter memantau proses kelahirannya melalui kamera CCTV.

 "Setelah dua jam Sophie mengalami kontraksi, lahirlah bayi jerapah dalam kondisi yang sehat. Selang beberapa waktu tampak respon positif dari Sophie yang menjilati Corona. Ini merupakan pertanda bahwa ia menunjukkan perhatian baik terhadap bayinya,” kata  Yohana, Jumat (22/5/2020). 

 Ia juga menyampaikan,  Soffie sendiri mengalami masa kehamilan selama kurang lebih 15 bulan. Sejak awal kehamilan, kondisi Sophie selalu dipantau oleh keeper (perawat satwa), dokter hewan, dan asisten kurator. Mereka rutin memeriksa kondisi kehamilan dan kesehatan Sophie setiap hari. 

Baca Juga: Seorang Staf di Laboratorium RSUP Sanglah Dinyatakan Positif Covid-19

 “Kami memberikan perawatan terbaik dan pakan berkualitas seperti, wortel, kacang panjang dan daun kaliandra untuk indukan jerapah selama masa kehamilan hingga nanti menyusui. Bayi jerapah masih menyusu sejak kelahiran hingga usia empat bulan,” imbuh Yohana.   

 Ia juga mengatakan, jerapah Giraffa camelopardalis merupakan jenis endemik Afrika dan merupakan spesies hewan tertinggi yang hidup di darat.

Halaman:

Editor: Dian Effendi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X